Mikael Jasin membagikan sejumlah cara sederhana untuk membuat kopi dengan rasa ala kafe tanpa harus keluar rumah. Menurut barista yang akrab disapa Miki itu, kebiasaan minum kopi saat ini sudah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup, bukan sekadar untuk menghilangkan rasa kantuk.
Dalam acara “Brew Takeover: with Mikael Jasin” yang digelar
di IKEA Indonesia kawasan IKEA Alam Sutera, Kamis (21/5/2026), Miki menjelaskan
bahwa rasa kopi dipengaruhi banyak faktor. Mulai dari jenis biji kopi, teknik
penyeduhan, suhu air, hingga campuran susu yang digunakan.
Kenali Perbedaan Robusta dan Arabika
Menurut Miki, dua jenis kopi yang paling sering dikonsumsi
masyarakat Indonesia adalah robusta dan arabika. Keduanya punya karakter yang
cukup berbeda.
Robusta dikenal memiliki kandungan kafein lebih tinggi
dengan rasa yang cenderung kuat. Sementara arabika memiliki kadar kafein lebih
rendah, namun menawarkan cita rasa dan aroma yang lebih kompleks serta sedikit
asam.
Meski begitu, hasil akhir seduhan tetap bergantung pada
komposisi bubuk kopi dan cara penyajiannya. Takaran yang berbeda bisa membuat
rasa kopi menjadi lebih pahit atau justru lebih ringan dan asam.
Susu Nabati Bisa Jadi Alternatif
Miki juga menjelaskan bahwa kopi tidak selalu harus
dipadukan dengan susu sapi. Saat ini, susu nabati seperti oat milk atau soy
milk banyak dipilih, terutama oleh orang yang memiliki intoleransi laktosa.
Namun, penggunaan susu nabati biasanya menghasilkan tekstur
kopi yang tidak terlalu creamy. Untuk mengatasinya, ia menyarankan tambahan
krimer nabati agar minuman terasa lebih lembut saat diminum.
Perhatikan Rasio Kopi dan Air
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan saat membuat kopi
di rumah adalah menakar bahan secara asal. Menurut Miki, rasio umum yang aman
digunakan adalah 1:10.
Artinya, satu gram bubuk kopi dicampur dengan 10 gram air
panas. Jika ingin rasa kopi lebih pekat dan kuat, pengguna bisa memakai rasio
1:8.
Suhu Air Juga Menentukan Rasa
Selain takaran, suhu air juga menjadi faktor penting dalam
proses penyeduhan. Miki menyarankan penggunaan air bersuhu sekitar 93 derajat
Celsius agar rasa kopi keluar secara maksimal.
Bagi yang tidak memiliki termometer, ada cara sederhana yang
bisa dilakukan di rumah. Air cukup didihkan terlebih dahulu, kemudian kompor
dimatikan dan air bisa langsung digunakan untuk menyeduh kopi.
IKEA Hadirkan Pengalaman Coffee Bar di Dalam Toko
Dalam kesempatan yang sama, IKEA Indonesia turut
menghadirkan konsep coffee bar untuk mengajak pengunjung mencoba pengalaman
meracik kopi sendiri di rumah.
Commercial Food Manager IKEA Indonesia, Ariane Vinsontia
mengatakan bahwa kopi enak bukan hanya soal rasa, tetapi juga soal konsistensi
hasil seduhan ketika dibuat sendiri di rumah.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan Mikael Jasin membuka
peluang hadirnya menu kopi baru di masa mendatang.
Sejak tahun 2014, IKEA Indonesia juga telah menjual biji
kopi asal Sidikalang, Sumatera Utara, yang mengantongi sertifikasi Rainforest
Alliance. Sertifikasi tersebut menunjukkan praktik pertanian kopi yang
memperhatikan lingkungan sekaligus kesejahteraan petani.
Saat ini, IKEA Indonesia menyediakan kopi bubuk special
blend ukuran 250 gram dengan harga sekitar Rp250 ribu, lengkap dengan berbagai
perlengkapan menyeduh kopi untuk penggunaan di rumah.


.jpg)



