Senin, 25 Mei 2026

thumbnail

30 Kali Erupsi dalam Setengah Hari, Gunung Semeru Berpotensi Picu Hujan Abu dan Banjir Lahar

 

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat pada Senin (25/5/2026). Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat beberapa kali mengalami erupsi sejak dini hari hingga siang hari.

Berdasarkan data dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, tercatat sebanyak 30 kali letusan terjadi dalam rentang waktu pukul 00.00 hingga 12.00 WIB. Meski demikian, hanya satu erupsi yang dapat terpantau secara visual dengan jelas.

Letusan yang terlihat terjadi sekitar pukul 07.09 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai kurang lebih 1.000 meter di atas puncak kawah Jonggring Saloko. Abu vulkanik tampak membumbung ke udara sebelum terbawa angin ke arah barat laut.

Petugas PPGA Semeru, Sigit Rian Alfian, menyebutkan bahwa erupsi tersebut masih terus dipantau untuk memastikan perkembangan aktivitas vulkanik gunung tersebut. Hingga kini, status aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga.

Sementara itu, Kepala BPBD Lumajang, Isnugroho, mengatakan belum ada laporan kerusakan maupun korban akibat erupsi yang terjadi. Meski begitu, pihaknya tetap mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi hujan abu vulkanik.

Menurutnya, arah angin saat erupsi berlangsung bergerak ke barat laut sehingga wilayah sekitar Kabupaten Malang berpotensi mengalami hujan abu tipis. Kondisi cuaca yang belakangan sering diguyur hujan deras juga dinilai dapat meningkatkan risiko bencana susulan.

Selain ancaman abu vulkanik, aktivitas erupsi yang cukup intens berpotensi memicu banjir lahar apabila hujan turun dengan intensitas tinggi di sekitar lereng gunung. Material vulkanik hasil guguran dan letusan sebelumnya dikhawatirkan terbawa aliran sungai dan mengancam kawasan di sekitar aliran lahar.

BPBD pun mengimbau warga agar tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak. Masyarakat juga diminta menjauhi area sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru karena berisiko terdampak awan panas guguran, lava, maupun banjir lahar sewaktu-waktu.

Warga yang tinggal di sekitar kawasan rawan bencana diharapkan terus memantau informasi resmi dari petugas gunung api dan pemerintah daerah guna mengantisipasi kemungkinan erupsi lanjutan.

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments