Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kebumen pada Sabtu (23/5/2026). Dalam agenda tersebut, Presiden menghadiri kegiatan panen raya udang di kawasan Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan yang menjadi salah satu proyek pengembangan sektor perikanan nasional.
Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB mengenakan kemeja safari warna krem dipadukan topi biru tua. Sejumlah pejabat turut mendampingi kunjungan tersebut, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, serta Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Dalam sambutannya, Prabowo menyinggung berbagai program strategis pemerintah yang saat ini sedang dijalankan. Ia menyebut sejumlah langkah tersebut dibuat untuk memperkuat ekonomi nasional sekaligus mengurangi kebocoran kekayaan negara yang selama ini terjadi.
Menurut Prabowo, Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun belum seluruh hasilnya dapat dinikmati secara optimal oleh rakyat. Ia menilai masih banyak potensi kekayaan nasional yang keluar ke luar negeri sehingga mengurangi pemasukan devisa negara.
“Indonesia sangat kaya, tetapi kekayaan kita terlalu banyak yang bocor,” ujar Prabowo saat memberikan pidato di Kebumen, Jawa Tengah.
Ia menegaskan pemerintah berkomitmen menghentikan kebocoran tersebut agar hasil kekayaan alam dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pemerintah juga terus memperkuat sektor pertahanan guna menjaga aset dan sumber daya nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo turut memperkenalkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara kepada masyarakat. Ia menjelaskan bahwa Danantara dibentuk sebagai dana kedaulatan nasional yang bertugas mengelola aset-aset strategis negara.
Prabowo juga mengenalkan Doni Oskaria yang menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara dan hadir dalam acara tersebut.
Ia menjelaskan bahwa nama Danantara merupakan singkatan dari Daya Anagata Nusantara. “Daya” diartikan sebagai energi atau kekuatan, sementara “Anagata” bermakna masa depan.
Menurut Prabowo, lembaga tersebut kini mengelola sekitar 1.040 BUMN dengan total aset mencapai Rp17.000 triliun. Karena itu, ia mengingatkan seluruh jajaran pengelola agar dana milik negara tersebut dijaga dengan baik dan tidak disalahgunakan.
Selain membahas investasi negara, Prabowo juga menyoroti besarnya potensi industri tambak udang nasional. Ia mengaku menerima laporan bahwa produktivitas tambak udang di Kebumen sudah berada pada level dunia.
Bahkan, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu produsen udang terbesar di dunia. Dari laporan yang diterimanya, satu hektare tambak mampu menghasilkan hingga 40 ton udang dengan harga jual sekitar Rp70.000 per kilogram.
Melihat potensi tersebut, pemerintah berencana membangun tambak serupa di sejumlah wilayah lain di Indonesia agar manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Saat ini, tambak udang di Kebumen diketahui telah menyerap sekitar 650 tenaga kerja. Pemerintah pun menyiapkan proyek pengembangan tambak di beberapa daerah lain, termasuk di Waingapu, Sumba Timur, Gorontalo, hingga kawasan Pantura di Jawa Barat.
Khusus di Waingapu, luas kawasan tambak yang direncanakan mencapai sekitar 2.000 hektare, jauh lebih besar dibanding tambak di Kebumen yang memiliki luas sekitar 65 hektare. Sementara di Gorontalo, pemerintah tengah mengembangkan tambak seluas 200 hektare, sedangkan di Pantura Jawa Barat proyek pengembangan kawasan perikanan disebut mencapai 14.000 hektare.
Di akhir pidatonya, Prabowo turut menyampaikan capaian pemerintah selama 19 bulan masa kepemimpinannya. Ia mengatakan Indonesia telah berhasil mencapai swasembada pangan, khususnya untuk komoditas beras dan jagung.
Selain itu, pemerintah juga menargetkan swasembada daging dalam empat hingga lima tahun mendatang. Menurutnya, hingga saat ini Indonesia masih perlu meningkatkan produksi protein hewani seperti daging, telur, dan ayam agar kebutuhan nasional dapat dipenuhi secara mandiri.
Subscribe by Email
Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments